Popular Post

Archive for Oktober 2014

Cara Menghitung Subnetting

By : Unknown

Cara Menghitung Subnetting IP


Ngobrol Panas - Cara Menghitung Subnetting IP Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet MaskNilai CIDR
255.128.0.0/9
255.192.0.0/10
255.224.0.0/11
255.240.0.0/12
255.248.0.0/13
255.252.0.0/14
255.254.0.0/15
255.255.0.0/16
255.255.128.0/17
255.255.192.0/18
255.255.224.0/19
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.240.0/20
255.255.248.0/21
255.255.252.0/22
255.255.254.0/23
255.255.255.0/24
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
  5. Subnet
    192.168.1.0
    192.168.1.64
    192.168.1.128
    192.168.1.192
    Host Pertama
    192.168.1.1
    192.168.1.65
    192.168.1.129
    192.168.1.193
    Host Terakhir
    192.168.1.62
    192.168.1.126
    192.168.1.190
    192.168.1.254
    Broadcast
    192.168.1.63
    192.168.1.127
    192.168.1.191
    192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.128.0/17
255.255.192.0/18
255.255.224.0/19
255.255.240.0/20
255.255.248.0/21
255.255.252.0/22
255.255.254.0/23
255.255.255.0/24
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
  5. Subnet
    172.16.0.0
    172.16.64.0
    172.16.128.0
    172.16.192.0
    Host Pertama
    172.16.0.1
    172.16.64.1
    172.16.128.1
    172.16.192.1
    Host Terakhir
    172.16.63.254
    172.16.127.254
    172.16.191.254
    172.16.255.254
    Broadcast
    172.16.63.255
    172.16.127.255
    172.16.191.255
    172.16..255.255
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0172.16.0.128172.16.1.0172.16.255.128
Host Pertama172.16.0.1172.16.0.129172.16.1.1172.16.255.129
Host Terakhir172.16.0.126172.16.0.254172.16.1.126172.16.255.254
Broadcast172.16.0.127172.16.0.255172.16.1.127172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan 

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
10.0.0.010.1.0.010.254.0.010.255.0.0
Host Pertama10.0.0.110.1.0.110.254.0.110.255.0.1
Host Terakhir10.0.255.25410.1.255.25410.254.255.25410.255.255.254
Broadcast10.0.255.25510.1.255.25510.254.255.25510.255.255.255
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya ;)
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2
Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan soal latihan subnetting. Jangan lupa mengikuti artikel tentang Teknik Mengerjakan Soal Subnetting untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.
Source Mas Rommy.

Berikut soal latihan, tentukan :
a) Alamat Subnet Mask,
b) Alamat Subnet,
c) Alamat Broadcast,
d) Jumlah Host yang dapat digunakan,
e) serta Alamat Subnet ke-3

dari alamat sebagai berikut:
1. 198.53.67.0/30
2. 202.151.37.0/26
3. 191.22.24.0/22

Saya coba berhitung-hitung seperti demikian 
1. 198.53.67.0/30 –> IP class C:
Subnet Mask: /30 = 11111111.11111111.11111111.11111100 = 255.255.255.252
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 2– 2 = 2 host
Blok Subnet: 256 – 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst…
jadi blok Subnet: 0, 4, 8, 12, dst…
Host dan broadcast yang valid:


Maka dari perhitungan diperoleh: 
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.255.252
  • Alamat Subnet: 198.53.67.0, 198.53.67.4, 198.53.67.8, 198.53.67.12, … , 198.53.67.252
  • Alamat Broadcast: 198.53.67.3, 198.53.67.7, 198.53.67.11, 198.53.67.15 … 198.53.67.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 64×2 = 128
  • Alamat Subnet ke-3: 198.53.67.8
2.202.151.37.0/26 -> IP class C
Subnet Mask: /26 = 11111111.11111111.11111111.11000000 = 255.255.255.192
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 22 = 4 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 26 – 2 = 62 host
Blok Subnet: 256 – 192 = 64, blok berikutnya: 64+64 = 128, 128+64 = 192
Jadi blok Alamat Subnet: 0, 64, 128, 192
Host dan broadcast yang valid:

Maka dari perhitungan diperoleh:
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.255.192
  • Alamat Subnet: 202.151.37.0, 202.151.37.64, 202.151.37.128, 202.151.37.192
  • Alamat Broadcast: 202.151.37.63, 202.151.37.127, 202.151.37.191, 202.151.37.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 4×62 = 248
  • Alamat Subnet ke-3: 202.151.37.128
3.191.22.24.0/22 –> IP class B
Subnet Mask: /22 = 11111111.11111111.11111100.00000000 = 255.255.252.0
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 22– 2 = 2 host
Jumlah Blok Subnet: 256 – 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst…
Jadi blok Alamat Subnet: 0, 4, 8, 12, 16, dst…

Alamat host yang valid:
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.252.0
  • Alamat Subnet: 191.22.24.0, 191.22.24.4, 191.22.24.8, …, 191.22.24.252
  • Alamat Broadcast: 191.22.24.3, 191.22.24.7, 191.22.24.11, …, 191.22.24.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 2×64 = 128
  • Alamat Subnet ke-3: 191.22.24.8
Mohon kalo’ ada yang salah, silahkan dikoreksi 

Cara Menghitung Subnetting IP

Source  
Sumber Blog : http://raytkj.blogspot.com/2012/02/cara-menghitung-subnetting-ip.html
Tag : ,

Mp3 Blogger

By : Unknown
Buat temen temen yang ingin blognya di kunjungi banyak orang dan si pengunjung bisa betah di blog kalian, tapi kalian ga tau caranya.. 
Gini caranya., kalian  pasang ajah musik di blog kalian, di jamin pengunjung anda tidak akan bosan atau galau,, haha.
Nah caranya gini:
  1. Buka www.mixpod.com
  2. Daftar pakai email anda.
  3. lalu klik create playlist.
  4. Cari di kotak pencarian lagu, musik apa yang akann dipasang. contoh:Avenged Sevenfold - Dear God
  5. Kalau mau menambah lagu, ulangi proses nomor 4.
  6. Kalau kawan mau mengatur tampilan playlistnya, klik customize di bagian kiri atas.
  7. klik 'Save Playlist', isi judul dan dskripsinya, lalu klik save (get code)
  8. Mucul embednya, lalu di copy.
  9. Lalu masuk blogger kawan, klik Rancangan -> tambah gadget -> dan pastekan kode html yang tadi, lalu klik simpan.
  10. Klik pratinjau, dan jika posisinya sudah pas, klik simpan. Lihat hasilnya.
Tag : ,

Cara instal Linux Ubuntu

By : Unknown


Pada tulisan ini akan saya jelaskan cara menjalankan proses instalasi Ubuntu dengan cara yang Insya Allah mudah dan cepat. Sebelum memulai instalasi Anda harus mengetahui spesifikasi sistem yang di butuhkan oleh Ubuntu agar berjalan optimal. Ubuntu versi stabil terbaru pada saat tulisan ini di buat adalah Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat, membutuhkan minimum RAM 256 MB, namun akan optimal jika kapasitas RAM 512 MB atau lebih. Kapasitas hard disk drive (HDD) 10GB sudah lebih dari cukup untuk menjalankan Ubuntu. Untuk hardware pendukung lainnya seperti VGA, soundcard, LAN card dan lain-lain sebagian besar sudah dapat di gunakan tanpa melakukan instalasi driver karena sudah di sertakan di dalam CD instalasi Ubuntu. Jika Anda hendak menginstall Ubuntu dengan OS lain, dual boot dengan windows misalnya, pastikan bahwa Anda telah menyiapkan partisi kosong untuk Ubuntu.

Proses instalasi Ubuntu:

  1. Masuk ke sistem BIOS komputer, dan atur agar booting awal menjadi CDROM/ DVDROM, di ikuti hard disk pada posisi kedua.
  2. Masukkan CD/ DVD instalasi Ubuntu, start komputer dan tunggu hingga dialog box pemilihan bahasa dan try/ install muncul.
    Jendela Instalasi Maverick Meerkat 1
    Silakan pilih bahasa yang ingin Anda gunakan (penulis menggunakan bahasa Inggris). Kemudian pilih “Try Ubuntu” jika Anda ingin mencoba Ubuntu tanpa melkukan perubahan pada sistem komputer Anda, dan jika ingin langsung ingin melkukan proses instalasi, klik “Install Ubuntu”.
  3. Selanjutnya kan muncul dialog box “Preparing to Install ubuntu”, sistem akan secara otomatis memeriksa hal-hal yang di butuhkan pada saat proses instalasi,
    Jendela Instalasi Ubuntu
    Jika komputer Anda terhubung ke internet, anda dapat memberikan check box pada opsi “Download updates while installing”, namun tidak saya sarankan karena proses instalasi akan memakan waktu yang lebih lama. Beri check box pada opsi “Install this third-party software”, supaya Audio Player Ubuntu dapat langsung memainkan file Mp3 setelah selesai proses instalasi. Selanjutnya klik “Forward”.
  4. Sekarang saatnya membuat partisi hardisk untuk Ubuntu, pada jendela “Allocate drive space” yang pertama, pilih ‘Specify partitions manually (advance)’, klik “Forward” untuk melanjutkan. Kemudian muncul jendela seperti berikut ini,
    Partisi Ubuntu
    Pilih “free space” untuk membuat partisi baru, kemudian klik Add, selanjutnya
    Partisi Root
    Untuk Type partisi silakan pilih Primary, jika dalam komputer Anda belum terinstall sistem operasi lain, jika sudah ada sistem operasi lain saya sarankan untuk memilih Logical. Untuk kapasitas partisi silakan tentukan sesuai kebutuhan dan kondisi komputer Anda (sisakan untuk membuat partisi swap). Pilih Ext4 Journaling file sistem, untuk file sistem ubuntu. Untuk mount point pilih “/”, karena partisi ini akan di gunakan sebagai “root” yang berisi file-file sistem operasi. Setelah selesai klik “OK”.
  5. Membuat partisi “Swap”. Pilih “free space” yang tersisa, kemudian klik “Add”
    Partisi Swap ubuntu
    Untuk type partisi pilih Logical, untuk kapasitas partisi sebaiknya dua kali ukuran RAM komputer Anda, namun untuk Anda yang memiliki ukuran RAM > 1 GB, ukuran swap bisa 1/3 besarnya RAM saja. Setelah selesai klik OK. berikut ini adalah tampilan setelah partisi yang di butuhkan Ubuntu selesai di buat,
    Tabel partisi Ubuntu
    klik Install Now untuk melanjutkan instalasi.
  6. Memilih Time Zone,
    menetukan time zone
    silakan klik pada gambar Peta atau ketikkan pada box lokasi (kota) Anda, klik Forward.
  7. Keyboard Lay Out, pilih USA karena jenis keyboard inilah yang umum di gunakan. klik Forward untuk melanjutkan proses instalasi Ubuntu.
  8. Membuat User Account,
    membuat user akun ubuntu
    Masukkan nama Anda (nama kucing piaraan Anda Juga boleh :D), nama komputer, user name yang akan Anda gunakan untuk login, dan password (masukkan 2 x, harus sama). Jika ada keterangan “weak password” itu tandanya password yang Anda gunakan lemah, Anda dapat menggantinya atau mengabaikanya saja. Pilih “Login Automatically” untuk login otomatis tanpa memasukkan password pada komputer Anda nantinya, setingan ini bisa di rubah setelah selesai instalasi. Klik Forward untuk melanjutkan!
  9. Setelah muncul jendela seperti berikut ini,
    proses pengopian file ke dalam hard disk
    Anda boleh meninggalkan komputer, untuk makan atau sekedar cuci mata keluar rumah :D. Karena proses pengopian file dan instalasi ke hard disk sedang berlangsung. Proses ini mungkin membutuhkan waktu belasan menit saja tergantung spesifikasi komputer Anda.
  10. Jika sudah muncul jendela dengan titel “Instalation Complete” itu tandanya proses instalasi telah selesai. Klik tombol “Restart”. Tunggu hingga CD/ DVD instalasi Anda keluar drari ODD. Setelah keluar, tekan “Enter” maka sistem akan mulai reboot
Tag : ,

Membuat Floating Widget Social Bookmark Melayang Di samping Blog Part 2

By : Unknown

Cara buat kayak gambar di atas Copy aja Script di bawah ini :

1. masuk ke blog kalian.
2. Pilih tata letak/rancangan.
3. pilih Tambah gadget terus pilih HTML/JavaScript
4. Tinggal copas code di bawah.
5. Simpan :) 



<style>
/*-------MBT Floating Counters------------*/
#floatdiv {
    position:absolute;
    width:39px;
    height:119px;
    top:0;
    left:0;
        z-index:99
}

#mbtsidebar {
        border:1px solid #ddd;
        padding-left:5px;
    position:relative;
    height:140px;
    width:39px;
    margin:0 0 0 5px;
}
</style>


<div id="floatdiv">
<div id="mbtsidebar">
    <table cellpadding="0px" cellspacing="0">
    <tr>
    <td style="border-bottom: 1px solid #E8E8E8; padding:5px 0 2px 0;">
<a href='http://www.facebook.com/iqvanadhiem'><img alt='Follow us Fb' src='http://i47.tinypic.com/hvquyc.png' title='Follow us Fb'/>
    </a></td>
    </tr>

    <tr>
    <td style="border-bottom: 1px solid #E8E8E8; padding:5px 0px;">
<a href='http://twitter.com/adhiemiqvan'><img alt='Follow us twitter' src='http://i49.tinypic.com/aryi8.png' title='Follow us twitter'/>
    </a></td>
    </tr>
    <tr>
    <td style="border-bottom: 0px solid #E8E8E8; padding:5px 0 0px 0;">
<a href='https://plus.google.com/105561086730242119673'><img alt='FInd us google plus' src='http://i46.tinypic.com/15guvr9.png' title='FInd us google plus'/>
    </a></td>
    </tr>
    <tr>
    <td style="border-bottom: 0px solid #0177c9; padding:0px 0 0px 0;">
<p style=" font-size:10px; text-align:center; color:#ddd;"><a style="color:#ddd;" href="http://www.google.com/friendconnect/signin/home?st=e%3DAOG8GaBc%252BD6TP1LO3dIwzLrVBKEwBcZGDC80o09rZR1yR1AVRQBXJzQou5vC7cjOQ4XU8N2fIpJuiwNONu3L8fzF01QimueKygiIHZD9dM1%252BtHt8HJxTpfBgLQrgMuYT5mIwoT85z1gqHxpgnv32o13BiLw88GHOm5ZFkp29vi1HSkb%252Fp53bF5O6ctFrRQAWZu7As0EVA4Sl52Y9CSMR%252B4yO0jdDAafX2cvcSv%252FU2hxwXc9077x%252B2%252Fc%253D%26c%3Dpeoplesense&psinvite=&subscribeOnSignin=1/" target="_blank">Likes</a></p>
    </td>
    </tr>
    </table>
</div>
</div>
<script type="text/javascript">
// JavaScript Document

   <!--
/* Script by: http://ilmukomputeran.blogspot.com/
* Version: 201202
* Latest version:
* http://ilmukomputeran.blogspot.com/floating.html
*/
var floatingMenuId = 'floatdiv';
var floatingMenu =
{
    targetX: 0,
    targetY: 300,
    hasInner: typeof(window.innerWidth) == 'number',
    hasElement: typeof(document.documentElement) == 'object'
        && typeof(document.documentElement.clientWidth) == 'number',
    menu:
        document.getElementById
        ? document.getElementById(floatingMenuId)
        : document.all
          ? document.all[floatingMenuId]
          : document.layers[floatingMenuId]
};
floatingMenu.move = function ()
{
    floatingMenu.menu.style.left = floatingMenu.nextX + 'px';
    floatingMenu.menu.style.top = floatingMenu.nextY + 'px';
}
floatingMenu.computeShifts = function ()
{
    var de = document.documentElement;
    floatingMenu.shiftX =
        floatingMenu.hasInner
        ? pageXOffset
        : floatingMenu.hasElement
          ? de.scrollLeft
          : document.body.scrollLeft;
    if (floatingMenu.targetX < 0)
    {
        floatingMenu.shiftX +=
            floatingMenu.hasElement
            ? de.clientWidth
            : document.body.clientWidth;
    }
    floatingMenu.shiftY =
        floatingMenu.hasInner
        ? pageYOffset
        : floatingMenu.hasElement
          ? de.scrollTop
          : document.body.scrollTop;
    if (floatingMenu.targetY < 0)
    {
        if (floatingMenu.hasElement && floatingMenu.hasInner)
        {
            // Handle Opera 8 problems
            floatingMenu.shiftY +=
                de.clientHeight > window.innerHeight
                ? window.innerHeight
                : de.clientHeight
        }
        else
        {
            floatingMenu.shiftY +=
                floatingMenu.hasElement
                ? de.clientHeight
                : document.body.clientHeight;
        }
    }
}
floatingMenu.calculateCornerX = function()
{
    if (floatingMenu.targetX != 'center')
        return floatingMenu.shiftX + floatingMenu.targetX;
    var width = parseInt(floatingMenu.menu.offsetWidth);
    var cornerX =
        floatingMenu.hasElement
        ? (floatingMenu.hasInner
           ? pageXOffset
           : document.documentElement.scrollLeft) +
          (document.documentElement.clientWidth - width)/2
        : document.body.scrollLeft +
          (document.body.clientWidth - width)/2;
    return cornerX;
};
floatingMenu.calculateCornerY = function()
{
    if (floatingMenu.targetY != 'center')
        return floatingMenu.shiftY + floatingMenu.targetY;
    var height = parseInt(floatingMenu.menu.offsetHeight);
    // Handle Opera 8 problems
    var clientHeight =
        floatingMenu.hasElement && floatingMenu.hasInner
        && document.documentElement.clientHeight
            > window.innerHeight
        ? window.innerHeight
        : document.documentElement.clientHeight
    var cornerY =
        floatingMenu.hasElement
        ? (floatingMenu.hasInner
           ? pageYOffset
           : document.documentElement.scrollTop) +
          (clientHeight - height)/2
        : document.body.scrollTop +
          (document.body.clientHeight - height)/2;
    return cornerY;
};
floatingMenu.doFloat = function()
{
    // Check if reference to menu was lost due
    // to ajax manipuations
    if (!floatingMenu.menu)
    {
        menu = document.getElementById
            ? document.getElementById(floatingMenuId)
            : document.all
              ? document.all[floatingMenuId]
              : document.layers[floatingMenuId];
        initSecondary();
    }
    var stepX, stepY;
    floatingMenu.computeShifts();
    var cornerX = floatingMenu.calculateCornerX();
    var stepX = (cornerX - floatingMenu.nextX) * .07;
    if (Math.abs(stepX) < .5)
    {
        stepX = cornerX - floatingMenu.nextX;
    }
    var cornerY = floatingMenu.calculateCornerY();
    var stepY = (cornerY - floatingMenu.nextY) * .07;
    if (Math.abs(stepY) < .5)
    {
        stepY = cornerY - floatingMenu.nextY;
    }
    if (Math.abs(stepX) > 0 ||
        Math.abs(stepY) > 0)
    {
        floatingMenu.nextX += stepX;
        floatingMenu.nextY += stepY;
        floatingMenu.move();
    }
    setTimeout('floatingMenu.doFloat()', 20);
};
// addEvent designed by Aaron Moore
floatingMenu.addEvent = function(element, listener, handler)
{
    if(typeof element[listener] != 'function' ||
       typeof element[listener + '_num'] == 'undefined')
    {
        element[listener + '_num'] = 0;
        if (typeof element[listener] == 'function')
        {
            element[listener + 0] = element[listener];
            element[listener + '_num']++;
        }
        element[listener] = function(e)
        {
            var r = true;
            e = (e) ? e : window.event;
            for(var i = element[listener + '_num'] -1; i >= 0; i--)
            {
                if(element[listener + i](e) == false)
                    r = false;
            }
            return r;
        }
    }
    //if handler is not already stored, assign it
    for(var i = 0; i < element[listener + '_num']; i++)
        if(element[listener + i] == handler)
            return;
    element[listener + element[listener + '_num']] = handler;
    element[listener + '_num']++;
};
floatingMenu.init = function()
{
    floatingMenu.initSecondary();
    floatingMenu.doFloat();
};
// Some browsers init scrollbars only after
// full document load.
floatingMenu.initSecondary = function()
{
    floatingMenu.computeShifts();
    floatingMenu.nextX = floatingMenu.calculateCornerX();
    floatingMenu.nextY = floatingMenu.calculateCornerY();
    floatingMenu.move();
}
if (document.layers)
    floatingMenu.addEvent(window, 'onload', floatingMenu.init);
else
{
    floatingMenu.init();
    floatingMenu.addEvent(window, 'onload',
        floatingMenu.initSecondary);
}
//-->
</script>

Warna Biru ganti dengan URL  kalian..
Warna Merah ganti dengan URL gambar kalian..

Tag : ,

Copyright © TEKNIK INFORMATIKA GUNADARMA UNIVERSITY